Tahun 2027 bisa menjadi momentum bagi perusahaan untuk mengevaluasi strategi bisnis dan mencari peluang baru untuk bertumbuh.
Di tengah perkembangan ekonomi digital, model bisnis digital patut dipertimbangkan sebagai salah satu strategi untuk menjangkau pasar yang lebih luas, menjawab kebutuhan pelanggan, dan membuka peluang pendapatan baru
Sejalan dengan arah pertumbuhan ekonomi nasional, ekonomi digital dipandang sebagai salah satu penggerak untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% pada 2027.
Namun, setiap model bisnis digital perlu disesuaikan dengan target pasar, tujuan pertumbuhan, dan kesiapan operasional perusahaan.
Lantas, model bisnis digital apa saja yang berpotensi berkembang pada 2027 dan layak dipertimbangkan oleh perusahaan? Berikut ulasannya!
Mengapa Perlu Mempertimbangkan Model Bisnis Digital di 2027?
Memilih model bisnis digital bukan hanya soal mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga tentang menemukan cara yang lebih relevan untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis.
Berikut beberapa manfaat yang bisa dipertimbangkan oleh perusahaan:
1. Menjangkau Pasar yang Lebih Luas
Melalui website, aplikasi, dan platform online, perusahaan dapat menjangkau pelanggan di luar wilayah operasionalnya. Dengan strategi yang tepat, kanal digital juga membuka peluang untuk memasuki segmen pasar baru tanpa harus bergantung sepenuhnya pada ekspansi toko fisik.
2. Menyesuaikan Penawaran dengan Kebutuhan Pelanggan
Kanal digital memberi perusahaan lebih banyak kesempatan untuk memahami preferensi dan perilaku pelanggan melalui interaksi serta data yang tersedia. Informasi ini dapat digunakan untuk menyesuaikan penawaran, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan membangun hubungan jangka panjang.
3. Membuka Sumber Pendapatan Baru
Perusahaan dapat mengembangkan sumber pendapatan melalui model bisnis digital yang melengkapi bisnis utamanya. Misalnya, perusahaan retail dapat memperluas penjualan melalui kanal online, sementara penyedia layanan dapat menawarkan paket berlangganan atau layanan berbasis aplikasi.
4. Meningkatkan Efisiensi Operasional
Teknologi digital dapat membantu menyederhanakan proses bisnis, seperti pengelolaan pesanan, pencatatan transaksi, dan pemantauan penjualan. Jika diterapkan sesuai kebutuhan, sistem digital dapat mengurangi pekerjaan manual, meningkatkan visibilitas operasional, dan membantu perusahaan menggunakan sumber daya secara lebih efektif.
7 Model Bisnis Digital yang Berpotensi Berkembang di 2027
1. B2B Digital Commerce
B2B Digital Commerce berpotensi dalam menjual produk kepada bisnis lain melalui platform online. Model ini berpotensi semakin relevan pada 2027 karena perusahaan dapat menyederhanakan proses pemesanan dan mempermudah transaksi dengan mitra bisnis.
Alasan: Proses pembelian B2B semakin mengarah ke kanal digital dan mulai memanfaatkan AI untuk membantu pencarian serta pengambilan keputusan pembelian. Forrester memperkirakan AI agent akan semakin mempengaruhi proses pembelian B2B pada 2027.
Contoh: Distributor menyediakan portal online agar retailer atau mitra bisnis bisa melihat katalog, mengecek harga, dan memesan stok secara mandiri.
2. Software as a Service (SaaS) dan Vertical SaaS
SaaS adalah model bisnis yang menggunakan software secara online tanpa harus mengelola seluruh sistem sendiri. Sementara itu, Vertical SaaS dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan industri tertentu.
Alasan: Pada 2027, software yang menawarkan solusi spesifik sesuai kebutuhan industri berpotensi semakin dibutuhkan, karena perusahaan mencari teknologi yang relevan dengan proses bisnis dan tantangan operasional mereka.
Contoh: Software untuk mengelola stok dan pesanan distributor atau sistem untuk membantu perusahaan asuransi mengelola proses operasionalnya.
3. Subscription dan Membership
Model bisnis ini akan mengarahkan pelanggan membayar secara rutin, misalnya setiap bulan atau tahun, untuk menikmati produk atau layanan tertentu.
Alasan: Kebiasaan berlangganan layanan digital membuka peluang bagi perusahaan untuk membangun pendapatan berulang. Kuncinya adalah menawarkan manfaat yang membuat pelanggan ingin terus berlangganan.
Contoh: Langganan Netflix untuk menonton film, Spotify Premium untuk mendengarkan musik tanpa iklan, atau membership gym dengan pembayaran bulanan.
4. E-Commerce dan Omnichannel Commerce
Model bisnis digital ini mengintegrasikan penjualan melalui marketplace, website, dan toko fisik, sehingga pelanggan dapat berbelanja melalui kanal yang paling nyaman bagi mereka
Alasan: Perilaku belanja online terus berkembang, sementara pelanggan menginginkan pengalaman belanja yang praktis. Pada 2027, integrasi marketplace, website, dan toko fisik berpotensi membantu perusahaan memperluas penjualan sekaligus mengelola stok dan pesanan dengan lebih efisien.
Contoh: Pelanggan menemukan produk melalui TikTok atau marketplace, lalu membeli secara online atau datang langsung ke toko. Perusahaan menghubungkan data stok dan pesanan agar pelanggan mendapatkan informasi produk yang konsisten di setiap kanal.
5. Marketplace dan Platform Digital
Model bisnis ini menghubungkan penjual dengan pembeli atau pemasok dengan mitra bisnis melalui satu platform online, sehingga mereka lebih mudah menemukan produk, layanan, atau peluang kerja sama.
Alasan: Pada 2027, marketplace dan platform digital berpotensi terus berkembang seiring kebutuhan perusahaan untuk menemukan pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis secara lebih efisien.
Contoh: Tokopedia yang mempertemukan penjual dengan pembeli, atau platform B2B yang menghubungkan distributor dengan retailer untuk memenuhi kebutuhan stok.
6. AI-Powered Services dan Agentic Business
Model bisnis digital ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pekerjaan bisnis, mulai dari menjawab pertanyaan pelanggan hingga menganalisis data dan menjalankan tugas secara otomatis.
Alasan: Pemanfaatan AI berpotensi semakin luas, termasuk untuk mengotomatisasi pekerjaan dan membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional.
Contoh: Layanan customer service berbasis AI yang menjawab pertanyaan pelanggan atau AI agent yang membantu memproses pesanan dan memperbarui status transaksi.
7. Embedded Finance dan Digital Payment Services
Model bisnis ini menggabungkan layanan keuangan atau pembayaran ke dalam platform bisnis, sehingga pelanggan bisa bertransaksi langsung tanpa berpindah aplikasi.
Alasan: Integrasi pembayaran digital berpotensi semakin dibutuhkan seiring meningkatnya kebutuhan transaksi yang cepat dan praktis, baik bagi pelanggan maupun mitra bisnis.
Contoh: Platform e-commerce yang menyediakan pembayaran langsung saat checkout atau platform B2B yang mengintegrasikan pembayaran dan pencatatan transaksi untuk memudahkan proses bisnis
Mengapa Sistem Pembayaran Digital Penting untuk Pengembangan Bisnis?
Setiap model bisnis digital memiliki kebutuhan transaksi yang berbeda. Mulai dari pembayaran saat checkout di e-commerce, pembayaran berkala pada model subscription, hingga transaksi antarperusahaan dalam B2B commerce, semuanya membutuhkan sistem pembayaran yang sesuai dengan alur bisnisnya.
Karena itu, pemilihan sistem pembayaran digital menjadi bagian penting yang perlu dipertimbangkan perusahaan saat menerapkan atau mengembangkan model bisnis digital.
Memasuki tahun 2027, sistem pembayaran digital semakin relevan bagi perusahaan yang ingin mengembangkan penjualan dan memperluas kanal bisnisnya. Agar transaksi tetap lancar seiring pertumbuhan bisnis, perusahaan perlu memperhatikan beberapa aspek berikut:
1. Pilihan Metode Pembayaran
Sediakan metode pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, mulai dari virtual account hingga QRIS dan e-wallet, agar proses transaksi lebih praktis.
2. Pemantauan Status Transaksi
Pastikan perusahaan dapat memantau status pembayaran, baik berhasil, tertunda, maupun gagal, sehingga transaksi dapat ditindaklanjuti dengan tepat.
3. Rekonsiliasi Transaksi
Pilih sistem yang membantu mencocokkan data pembayaran dengan catatan pesanan dan keuangan, terutama ketika volume transaksi semakin meningkat.
4. Integrasi dengan Sistem Bisnis
Integrasikan pembayaran dengan website, aplikasi, atau sistem internal perusahaan agar alur transaksi lebih terhubung dan kebutuhan input data manual dapat dikurangi.
Baca juga: Biaya Transaksi Payment Gateway untuk Bisnis: Jenis Biaya dan Cara Memilihnya
Kelola Transaksi Bisnis Digital dengan Payment Gateway Espay
Bisnis makin berkembang, masa urusan pembayaran masih mau dibuat ribet? Dari menerima pembayaran hingga mencocokkan transaksi, semuanya perlu dikelola dengan efisien agar Anda bisa fokus mengembangkan bisnis.
Dengan Payment Gateway Espay, Anda bisa menyediakan beragam metode pembayaran, mulai dari Virtual Account, QRIS, kartu kredit, hingga e-money. Pilih cara integrasi yang sesuai kebutuhan bisnis, melalui Payment Link, Digital Invoice, atau Plugin E-commerce.
Bukan cuma menerima pembayaran, Espay juga mendukung notifikasi pembayaran secara real time dan rekonsiliasi transaksi untuk membantu proses pemantauan dan pencatatan menjadi lebih praktis.
Bisnis siap berkembang di 2027? Saatnya siapkan sistem pembayaran yang bisa mengikuti kebutuhan bisnis Anda bersama Espay!







